, ,

Suara Lantunan Kalimat Thayyibah Warnai Dzikir Bersama Usai Magrib di Mamuju

oleh -756 Dilihat

Dzikir dan Doa Bersama Warnai Suasana Religius di Masjid Raya Suada Mamuju

Agen Berita Polewali– Suara gemuruh lantunan dzikir dan doa menggema menyelimuti setiap sudut Masjid Raya Suada Mamuju, mengiringi senja yang beranjak pergi. Usai melaksanakan salat Magrib berjamaah pada Minggu malam (31/08/2025), ratusan jamaah yang memadati masjid kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat itu tidak langsung beranjak. Mereka tetap khusyuk duduk bersila, menyatukan hati dan suara dalam sebuah acara dzikir dan doa bersama yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Kegiatan yang digelar atas inisiasi masyarakat ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Ia telah bertransformasi menjadi sebuah ajang yang sangat dinantikan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan, memupuk, dan merawat suasana religius yang menyejukkan hati di tengah hingar bingar kehidupan modern.

Sebuah Ikhtiar Spiritual untuk Kedamaian Bersama

Suasana makin terasa syahdu ketika para muazin memimpin lantunan kalimat thayyibah. Lafaz “La ilaha illallah” dan “Astaghfirullah” diucapkan berulang-ulang, menyatu dalam harmoni yang dalam, seolah menggetarkan langit-langit masjid dan menghantarkan setiap doa dan harapan ke hadirat Ilahi.

Dalam kesempatan yang penuh barakah tersebut, hadir seorang tokoh masyarakat, Adnan Nota, yang menyampaikan pesan-pesan penting di hadapan jamaah. Dalam tausiah singkatnya, Adnan menegaskan bahwa kegiatan dzikir dan doa bersama ini merupakan manifestasi nyata dari kepedulian sosial sekaligus sebuah ikhtiar spiritual kolektif untuk menghadirkan kedamaian dan ketenteraman di tengah-tengah masyarakat Sulawesi Barat.

Suara Lantunan Kalimat Thayyibah Warnai Dzikir Bersama Usai Magrib di Mamuju
Suara Lantunan Kalimat Thayyibah Warnai Dzikir Bersama Usai Magrib di Mamuju

Baca Juga: Provinsi Sulawesi Barat Genjot Pariwisata Budaya Usai Pertemuan Kerajaan Mamuju

“Di balik setiap lantunan dzikir yang kita ucapkan, tersimpan doa dan harapan kolektif kita untuk negeri ini, khususnya untuk bumi Sulawesi Barat yang kita cintai. Ini adalah bentuk kepedulian kita, sebuah ikhtiar batin untuk memohon perlindungan dan kedamaian dari Yang Maha Kuasa,” ujarnya dengan suara yang tenang namun berwibawa.

Pemerintah Mendengar, Komitmen untuk Kesejahteraan Sulbar

Lebih lanjut, Adnan Nota menyampaikan pesan yang menjadi penghubung antara aspirasi rakyat dan komitmen pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah, dalam hal ini seluruh jajaran eksekutif, senantiasa membuka telinga lebar-lebar untuk mendengarkan setiap aspirasi dan keluh kesah yang disampaikan masyarakat.

“Atas nama masyarakat, saya ingin menyampaikan bahwa seluruh jajaran pemerintah, termasuk Bapak Gubernur kita, sudah mendengar aspirasi yang disampaikan. Suara-suara Bapak dan Ibu sekalian sampai juga ke meja mereka. Insya Allah, dengan segala kemampuan dan wewenang yang ada, akan terus diupayakan yang terbaik untuk kesejahteraan dan kemajuan Sulawesi Barat,” ungkapnya, diiringi gumam “Aamiin” yang bersahutan dari para jamaah.

Pernyataan ini bukan hanya sekadar janji politis, melainkan sebuah penegasan bahwa pembangunan harus berjalan beriringan dengan penguatan spiritual dan nilai-nilai kebersamaan.

Pesan Bijak: Kesabaran dan Menjaga Hati yang Sejuk

Di akhir penyampaiannya, Adnan Nota mengingatkan sebuah nilai universal yang seringkali terlupakan: pentingnya kesabaran dan pengendalian diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Di tengah arus informasi yang cepat dan tuntutan hidup yang makin kompleks, sifat tergesa-gesa dan ketidaksabaran justru dapat menjadi bibit dari persoalan dan konflik baru.

“Marilah kita selalu bersama, dalam keadaan apa pun. Selalu ingat kepada Allah dalam setiap langkah. Dan yang terpenting, kita harus senantiasa berusaha menjaga suasana hati agar tetap sejuk, tenang, dan penuh dengan kesabaran. Hati yang sejuk akan melahirkan pikiran yang jernih, dan pada akhirnya akan melahirkan tindakan-tindakan yang bermanfaat bagi semua,” pesannya penuh nasihat.

Sambutan Hangat dari Jamaah, Wujudkan Kesejahteraan dengan Nilai Religius

Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang salat Isya tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari seluruh jamaah yang hadir. Wajah-wajah mereka terlihat tenang, penuh pengharapan, dan terlihat jelas semangat kebersamaan yang menguat.

“Acara seperti ini sangat kami nantikan. Selain menenangkan jiwa, juga memperkuat persaudaraan antarwarga. Kami merasa diingatkan kembali untuk selalu bersabar dan bersyukur,” ujar salah seorang jamaah, Siti, usai acara.

Malam itu, di bawah kubah Masjid Raya Suada Mamuju, masyarakat Sulawesi Barat telah menunjukkan sebuah teladan yang indah. Mereka menunjukkan bahwa upaya mewujudkan kesejahteraan bersama tidak hanya dilakukan melalui pendekatan material dan pembangunan fisik semata, tetapi harus dibingkai dalam nilai-nilai religius yang dalam dan dilandasi oleh semangat kebersamaan yang tulus.

Dzikir dan doa bersama itu menjadi penutup hari yang sempurna, mengirimkan jutaan harapan baik ke langit, dan meninggalkan kesan mendalam tentang sebuah komunitas yang tetap kokoh berdiri di atas fondasi iman dan persatuan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.