Layang Layang Hiasi Langit Pantai Parangtritis
Berita Polewali — Layang Layang Ribuan pengunjung memadati Pantai Parangtritis akhir pekan ini untuk menyaksikan Festival Layang-Layang Internasional 2025. Langit biru dihiasi warna-warni ratusan layang-layang raksasa dari berbagai daerah dan mancanegara, membentuk pertunjukan udara yang memukau.
Festival yang berlangsung selama dua hari ini menampilkan tradisional, layang-layang 3D, hingga atraksi stunt yang dikendalikan oleh profesional.
Kami membawanaga sepanjang 100 meter dari Tiongkok,” ujar Li Wei, salah satu peserta internasional. “Ini pertama kalinya saya terbangkan layang-layang ini di Indonesia, anginnya sempurna!”
Tradisi dan Inovasi
Tak hanya sebagai hiburan, festival ini juga menampilkan sejarah dan budaya dari berbagai provinsi, termasuk layang-layang tradisional Bali (jukung) dan layangan Payas Agung dari Lombok. Sebagian peserta juga membawa layang-layang kreasi anak-anak sekolah, yang dibuat dari bahan daur ulang seperti plastik dan bambu.
Baca Juga: Trump Peringatkan Hamas Tak Gunakan Sandera sebagai Perisai Manusia
Anak-anak bisa belajar fisika dari membuat layangan: tentang angin, tekanan udara, dan keseimbangan,” kata Rika, guru SD dari Sleman yang membawa 30 murid untuk ikut lomba.
Layang layang Edukasi dan Lingkungan
Di tengah festival, panitia juga mengadakan workshop membuat layangan ramah lingkungan, serta talkshow singkat tentang bahaya bermain di dekat kabel listrik.
“Kita ingin layang-layang tetap aman dan bersahabat dengan alam. Jangan sampai jadi penyebab kecelakaan atau sampah udara,” ujar panitia, Aditya Permana.
Festival ini didukung Dinas Pariwisata DIY dan diproyeksikan menarik lebih dari 20.000 pengunjung selama akhir pekan. Selain pertunjukan, ada juga bazar UMKM, kuliner lokal, dan lomba selfie dengan layangan unik.
Seni dan Kreativitas
bukan hanya tentang terbang, tapi juga tentang desain, warna, dan keseimbangan. Ada berbentuk naga, kapal, kupu-kupu, bahkan karakter kartun.
Festival menjadi ajang pameran kreativitas. Di acara seperti Festival Internasional Bali, misalnya, para pembuat layangan datang dari seluruh dunia untuk menerbangkan karya mereka di langit Indonesia.
Layang-layang dan Sains
Bermain juga bisa menjadi pintu masuk belajar sains—khususnya fisika dan meteorologi.
Gaya angkat dan gaya gesek adalah dua hal utama yang membuat bisa terbang.
Arah angin dan sudut tali sangat memengaruhi stabilitas.
