, ,

Jalan Raya Jatimulya Bekasi Terendam Banjir 70 Cm, Pengendara Putar Balik

oleh -128 Dilihat
Penampakan Ikan Mati

Jalan Raya Jatimulya Bekasi Terendam Banjir 70 Cm, Pengendara Terpaksa Putar Balik

Agen Berita Polewali – Jalan Raya Jatimulya yang merupakan salah satu jalur utama di Kabupaten Bekasi, terendam banjir setinggi 70 cm pada Senin pagi (21/01), setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Banjir ini menyebabkan kemacetan parah dan memaksa banyak pengendara untuk putar balik karena kondisi jalan yang tidak dapat dilalui.

Ketinggian air yang menggenangi jalan utama ini menyebabkan arus lalu lintas terhenti, dan kendaraan-kendaraan yang nekat melintas terjebak dalam genangan yang semakin memburuk. Pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga angkutan umum terlihat kebingungan mencari jalur alternatif, sementara beberapa pengendara sepeda motor terpaksa turun dari kendaraan dan mendorongnya melalui genangan air yang cukup dalam.

Menurut Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, banjir di Jalan Raya Jatimulya terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa jam terakhir, ditambah dengan sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air yang datang begitu cepat. Beberapa titik di sepanjang jalan tersebut bahkan terendam lebih dalam, mencapai 1 meter, yang semakin memperburuk kondisi lalu lintas.

Dampak pada Lalu Lintas dan Aktivitas Warga

Banjir yang merendam Jalan Raya Jatimulya menyebabkan kemacetan panjang yang mengular hingga beberapa kilometer. Kendaraan yang hendak menuju pusat kota Bekasi atau daerah lain terpaksa berputar balik karena sebagian besar jalur utama menuju pusat kota terhambat oleh air. Rini Suryani, seorang warga yang sehari-hari bekerja di kawasan pusat kota Bekasi, mengungkapkan kesulitannya.

“Saya sudah terjebak di jalan selama hampir satu jam. Tidak ada pilihan lain selain kembali ke rumah dan menunggu kondisi membaik. Hujan masih terus turun, dan jalan-jalan terendam,” kata Rini, yang terlihat frustasi di dalam mobilnya.

Selain kendaraan pribadi, angkutan umum yang biasanya melintasi Jalan Raya Jatimulya juga harus mencari jalur alternatif untuk melanjutkan perjalanan. Sebagian besar angkot dan bus kota yang melayani rute ini terpaksa berhenti beroperasi sementara waktu hingga kondisi banjir surut.

“Angkutan umum terhenti karena tidak bisa melewati jalan yang terendam. Penumpang yang sudah menunggu di halte jadi bingung. Kami berharap pemerintah bisa segera mengatasi masalah ini,” kata Asep, seorang sopir angkot yang melayani rute Jatimulya-Bekasi.BANJIR DI JATIMULYA BEKASI | ANTARA Foto

Baca Juga: Jadwal Persija Vs Madura United di Super League 2025-2026 Laga Pembuka Putaran Kedua

Penanganan dan Upaya Evakuasi

“Situasi masih cukup sulit, terutama untuk pengendara sepeda motor yang sering kali terjebak dalam banjir. Kami mengimbau agar warga mencari jalur alternatif, dan jika memungkinkan, menunda perjalanan hingga kondisi benar-benar aman,” ujar Heri Santoso, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi.

Jalan Raya Jatimulya Penyebab Banjir dan Solusi Jangka Panjang

Banjir yang menggenangi Jalan Raya Jatimulya bukanlah kejadian pertama kalinya. Beberapa tahun terakhir, jalan ini memang menjadi salah satu titik rawan banjir di Bekasi, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Menurut pengamatan beberapa warga setempat, saluran air di sepanjang jalan sering kali tersumbat oleh sampah, yang memperburuk kondisi drainase saat hujan deras. Selain itu, perubahan tata guna lahan dan semakin padatnya permukiman di sekitar Jatimulya juga semakin memperparah masalah banjir.

“Setiap kali hujan lebat, jalan ini selalu banjir. Drainase yang ada tidak mampu menampung banyaknya air. Kami berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan agar tidak terulang lagi,” ujar Budi Santoso, seorang warga yang tinggal di sekitar Jatimulya.

Harapan ke Depan

Ke depannya, banyak warga berharap agar pemerintah Kabupaten Bekasi dapat melakukan perbaikan infrastruktur yang lebih serius untuk menangani masalah banjir di daerah tersebut.

“Kami ingin agar kebijakan pembangunan yang ada lebih memperhatikan dampak lingkungan dan infrastruktur yang dapat mendukung pengelolaan air dengan baik. Jangan sampai banjir seperti ini terus terjadi dan merugikan banyak orang,” tambah Budi.

Penutupan

Banjir yang merendam Jalan Raya Jatimulya mengingatkan kita akan pentingnya pengelolaan infrastruktur yang baik dan respons cepat dari pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.