, ,

Dalam rangka menjamin keamanan konsumsi, Diskapang Sulbar uji 13 sampel pangan di Polman

oleh -697 Dilihat

Jaga Piring Masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Sulbar Uji 13 Sampel Pangan di Polman

Agen Berita Polewali– Dalam sebuah langkah proaktif menjamin keamanan konsumsi masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melakukan pengambilan sampel terhadap 13 jenis bahan pangan segar, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan sebuah misi deteksi dini untuk melindungi kesehatan publik dari ancaman tak kasat mata: residu pestisida dan bahan berbahaya lainnya.

Misi Pengawasan untuk Kesehatan Publik

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Abdul Waris Bestari, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap produk yang beredar di pasar aman dikonsumsi.

“Tujuan utama kami adalah mendeteksi ada atau tidaknya kandungan bahan berbahaya pada pangan yang beredar di pasaran. Kami ingin memastikan bahwa sayur dan buah yang dibeli ibu-ibu setiap hari tidak mengandung zat berbahaya dan benar-benar aman untuk kesehatan keluarga, khususnya dari kandungan pestisida yang melebihi ambang batas,” tegas Waris.

Dalam rangka menjamin keamanan konsumsi, Diskapang Sulbar uji 13 sampel pangan di Polman
Dalam rangka menjamin keamanan konsumsi, Diskapang Sulbar uji 13 sampel pangan di Polman

Baca Juga: REKOR Baru Cristiano Ronaldo Usai Al Nassr Hajar Al Taawon, CR7 Catatkan 2 Sejarah Lagi

Ia juga menyatakan bahwa pengawasan mutu pangan merupakan program prioritas yang mendapat perhatian serius dari pucuk pimpinan daerah, Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. “Ini bukan hanya tentang ketahanan pangan, tetapi tentang tata kelola pemerintahan yang betul-betul melayani dan melindungi masyarakat,” tambahnya.

13 Sampel yang Diuji: Mengapa Komoditas Ini Dipilih?

Tim gabungan dari Bidang Penganekaragaman, Konsumsi, dan Keamanan Pangan tidak asal memilih komoditas. Ke-13 sampel yang diambil mewakili bahan pangan yang paling dominan dan sering dikonsumsi oleh masyarakat Sulbar setiap harinya.

Berikut adalah daftar lengkapnya:

  1. Bawang merah

  2. Apel

  3. Anggur

  4. Jeruk

  5. Buah naga

  6. Cabai besar

  7. Daun bawang

  8. Sawi hijau

  9. Bayam

  10. Tomat

  11. Wortel

  12. Udang (mewakili pangan hewani yang sering terkontaminasi)

  13. Tahu (mewakili pangan olahan)

Nugroho Hamid, Kepala Bidang Penganekaragaman, Konsumsi, dan Keamanan Pangan Dinas Ketapang Sulbar, menjelaskan alasan pemilihan komoditas ini. “Kami fokus pada komoditas yang tinggi risiko dan tinggi konsumsi. Sayuran daun seperti sawi, bayam, dan daun bawang, serta buah-buahan seperti anggur dan apel, seringkali memerlukan perlakuan pestisida yang lebih intensif dalam budidayanya. Pengambilan sampel ini adalah langkah deteksi dini yang sangat krusial.”

Ancaman di Balik Makanan Sehat: Bahaya Residu Pestisida

Penjelasan Nugroho bukan tanpa dasar. Paparan residu pestisida yang berlebihan melalui makanan memiliki konsekuensi kesehatan yang sangat serius, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Masyarakat perlu aware. Pangan yang tercemar pestisida tidak hanya menyebabkan dampak instan seperti iritasi kulit atau keracunan akut yang gejalanya mual dan muntah,” jelas Nugroho. “Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak kronisnya. Pada anak-anak, ini dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf. Pada semua usia, akumulasi residu pestisida dalam tubuh dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, termasuk kanker.”

Uji laboratorium yang akan dilakukan nantinya dirancang untuk mengidentifikasi jenis dan level pestisida, seperti organofosfat dan karbamat, yang sering dikaitkan dengan masalah kesehatan tersebut.

Proses dan Langkah Selanjutnya: Dari Pasar ke Laboratorium

Pengambilan sampel dilakukan secara random di sejumlah pasar tradisional dan modern di wilayah Polewali Mandar. Prosedurnya mengikuti protokol standar keamanan pangan untuk menjaga keutuhan sampel dan mencegah kontaminasi silang.

Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Sulbar dan Polman bersama-sama mengambil, mencatat, mengemas, dan memberi label pada setiap sampel sebelum kemudian dikirimkan ke laboratorium yang kompeten untuk dianalisis.

Hasil uji laboratorium ini dinantikan banyak pihak. Data inilah yang akan menjadi dasar empiris untuk langkah-langkah pengawasan selanjutnya. Jika ditemukan sampel yang positif mengandung residu berbahaya melebihi Batas Maksimum Residu (BMR), tindakan korektif akan segera diambil. Tindakan ini dapat berupa:

  • Peringatan kepada pedagang dan supplier.

  • Penarikan (recall) produk dari peredaran.

  • Pembinaan kepada para petani dan pelaku usaha tentang Good Agricultural Practices (GAP) atau cara bercocok tanam yang baik.

  • Pengawasan yang lebih ketat dan rutin terhadap komoditas berisiko tinggi.

Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan

Kegiatan ini merefleksikan komitmen “from farm to table” (dari ladang ke meja makan) yang diusung Pemerintah Provinsi Sulbar. Ini adalah kolaborasi yang sinergis antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, para petani, pedagang, dan yang terpenting, masyarakat sebagai konsumen akhir.

Dengan langkah preemtif ini, Dinas Ketahanan Pangan Sulbar tidak hanya menjamin bahwa piring makan masyarakat Sulbar terisi, tetapi juga terisi oleh pangan yang bergizi, aman, dan bebas dari bahan berbahaya. Hasil uji lab ke-13 sampel ini diharapkan dapat memberikan peta keamanan pangan yang lebih jelas dan meyakinkan masyarakat untuk terus mengonsumsi buah dan sayur segar lokal dengan penuh rasa percaya diri.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.