Perkuat Sulbar Sehat: Dinkes Sulbar Galakkan Penguatan Program di Mamuju untuk Akselerasi Kesehatan Masyarakat
Agen Berita Polewali– Dalam sebuah langkah strategis untuk mendorong percepatan pembangunan kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Dinkes Sulbar) menggelar kegiatan Penguatan Quick Wins Sulbar Sehat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Senin (25/8/2025). Kegiatan yang menghadirkan para pengelola program dari Dinkes Kabupaten Mamuju dan perwakilan dari Puskesmas Tampapadang ini bukan sekadar rapat koordinasi biasa, melainkan sebuah bootcamp kesehatan yang bertujuan memacu pencapaian indikator-indikator kesehatan prioritas yang menjadi jantung dari program “Sulbar Sehat”.

Baca Juga: 4.263 Tenaga Non ASN di Polewali Mandar Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu
Inisiatif ini berangkat dari visi pemerintahan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Sulbar yang unggul dan berkarakter melalui kerangka Panca Daya. Program Quick Wins Sulbar Sehat menjadi ujung tombak dari visi tersebut, dirancang untuk memberikan dampak nyata dan terukur dalam waktu relatif singkat bagi kesejahteraan masyarakat.
Fokus pada Indikator Kritis: Dari Stunting hingga JKN
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, dalam paparannya menegaskan bahwa penguatan ini difokuskan pada akselerasi sejumlah indikator kesehatan strategis yang menjadi penanda utama kesehatan sebuah masyarakat. Indikator-indikator tersebut adalah:
-
Pengukuran Balita di Posyandu: Sebagai garis depan deteksi dini masalah gizi dan tumbuh kembang anak.
-
Penurunan Stunting: Isu nasional yang memerlukan konvergensi dari banyak sektor, dengan kesehatan sebagai leading sector.
-
K1 Murni dan K6: Kunjungan pertama ibu hamil (K1) dan kunjungan lengkap (K6) sangat krusial untuk memastikan kesehatan ibu dan janin sejak dini, mencegah komplikasi, dan mengurangi angka kematian ibu.
-
Persalinan di Fasilitas Kesehatan: Memastikan setiap persalinan ditangani oleh tenaga kesehatan terlatih dan dalam fasilitas yang memadai.
-
Imunisasi Dasar Lengkap: Benteng pertahanan pertama anak-anak dari penyakit-penyakit berbahaya dan dapat dicegah.
-
Angka Keberhasilan Pengobatan TB: Menghentikan penularan Tuberculosis dan menyembuhkan pasien secara tuntas.
-
Capaian CKG (Cakupan Kesehatan Gigi): Menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian integral dari kesehatan umum.
-
Kepesertaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional): Memastikan seluruh masyarakat, terutama yang aktif, terlindungi oleh sistem jaminan sosial kesehatan, sehingga tidak ada lagi alasan tidak berobat karena biaya.
“Kita akan melakukan penguatan dan akselerasi terhadap beberapa indikator ini agar hasilnya lebih optimal. Untuk tahun ini, fokus akan kita lakukan di Puskesmas yang menjadi pembina desa-desa lokus Pasti Padu (Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting),” tegas dr. Nursyamsi.
Pernyataan ini menunjukkan pendekatan yang tepat sasaran. Dengan memusatkan sumber daya pada daerah lokus Pasti Padu, yang notabene adalah area dengan tantangan kesehatan dan kemiskinan paling kompleks, Dinkes Sulbar berharap dapat menciptakan dampak berlipat ganda yang pada akhirnya akan mendongkrak capaian secara keseluruhan.
Sinergi Mulai dari Provinsi Hingga Ujung Tombak Pelayanan
Aktivitas di ruang rapat Dinkes Mamuju itu adalah cerminan dari upaya membangun sinergi yang kokoh. Program kesehatan tidak akan berjalan optimal jika hanya menjadi wacana di level provinsi. Keberhasilannya sangat bergantung pada implementasi di level kabupaten dan, yang paling penting, di tingkat Puskesmas dan Posyandu.
Dengan melibatkan perwakilan langsung dari Puskesmas Tampapadang, kegiatan ini memastikan bahwa informasi, strategi, dan semangat untuk akselerasi sampai langsung kepada para pelaksana lapangan. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari berinteraksi dengan ibu hamil, balita, dan masyarakat luas. Mereka memahami kendala nyata di lapangan, mulai dari keterbatasan transportasi, persepsi budaya, hingga tantangan geografis Sulbar.
Penguatan ini diharapkan dapat memberikan mereka “amunisi” baru—berupa data terbaru, strategi komunikasi, metode pendataan, dan dukungan moral—untuk lebih gencar lagi menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan kehamilan, imunisasi, serta mendorong masyarakat untuk aktif menjadi peserta JKN.
Lebih dari Angka: Mewujudkan Masa Depan Sulbar yang Lebih Sehat dan Cerah
Pada akhirnya, semua indikator yang menjadi fokus program Quick Wins ini bukanlah sekadar angka dan grafik dalam laporan triwulan. Setiap poinnya merepresentasikan nyawa dan masa depan generasi Sulbar.
-
Penurunan stunting berarti anak-anak Sulbar akan tumbuh dengan kemampuan kognitif dan fisik yang optimal, siap menjadi generasi penerus yang kompetitif.
-
K1 dan K6 yang tinggi berarti mengurangi duka keluarga akibat kematian ibu melahirkan, memastikan setiap kelahiran adalah momen kebahagiaan.
-
Imunisasi lengkap berarti melindungi masa kanak-kanak dari penyakit yang dapat melukai bahkan merenggut nyawa.
-
Kepesertaan JKN berarti memberikan rasa aman kepada seluruh keluarga dari risiko finansial akibat biaya pengobatan yang mahal.
Kegiatan Penguatan Quick Wins di Mamuju ini adalah sebuah sinyal yang kuat. Sinyal bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, melalui Dinkes Sulbar, serius dan berkomitmen penuh untuk mendorong terwujudnya Sulbar Sehat. Dengan kolaborasi yang erat dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga ke puskesmas dan desa, target nasional penurunan stunting dan pencapaian indikator kesehatan prioritas lainnya bukanlah hal yang mustahil untuk direalisasikan. Langkah ini adalah investasi nyata untuk membangun fondasi SDM yang sehat, unggul, dan berkarakter bagi bumi Serambi Madinah.





